Selasa, 30 April 2013

konsep dasar pengajaran remedial


KONSEP DASAR PENGAJARAN REMEDIAL
  1. Definisi Remedial
Remedial merupakan suatu treatmen atau bantuan untuk mengatasi kesulitan belajarBerikut adalah beberapa program asesmen yang bisa dijalankan atau dijadikan acuan dalam melakukan pengajaran remedial. Yang antara lain dalam bidang berhitung, membaca pemahaman dan menulis.
Remediasi mempunyai padanan remediation dalam bahasa Inggris. Kata ini berakar kata ‘toremedy’ yang bermakna menyembuhkan. Remediasi merujuk pada proes penyembuahan. Remedial merupakan kata sifat. Karena itu dalam bahasa Inggris selalu bersama dengan kata benda, misalnya ‘remedial work’, yaitu pekerjaan penyembuhan, ‘remeial teaching’ – pengajaran penyembuhan. Dsb. Di Indonesia, istilah ‘remedial’ sering ditulis berdiri sendiri sebagai kata benda. Mestinya dituliskan menjadi pengajaran remeial, atau kegiatan remedial dsb. Dalam bagian ini istilah remediasi dan remedial digunakan bersama-sama, yang merujuk pada suatu proses membantu siswa mengatasi kesulitan belajar terutama mengatasi miskonsepsimiskonsepsi yang dimiliki.
Dalam random House Webster’s College Dictionary (1991), remediasi diartikan sebagai intended to improve poor skill in specified field. Remediasi adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk membetulkan kekeliruan yang dilakukan siswa. Kalau dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran, kegiatan remediasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang berhasil. Kekurangberhasilan pembelajaran ini biasanya ditunjukkan oleh ketidakberhasilan siswa dalam menguasai kompetensi yang diharapkan dalam pembelajaran.
Dari pengertian di atas diketahui bahwa suatu kegiatan pembelajaran dianggap sebagai kegiatan remediasi apabila kegiatan pembelajaran tersebut ditujukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran. Guru melaksanakan perubahan dalam kegiatan pembelajarannya sesuai dengan kesulitan yang dihadapi para siswa.
Sifat pokok kegiatan pembelajaran remedial ada tiga yaitu: (1) menyederhanakan konsep yang komplek (2) menjelaskan konsep yang kabur (3) memperbaiki konsep yang salah tafsir. Beberapa perlakuan yang dapat diberikan terhadap sifat pokok remedial tersebut antara lain berupa: penjelasan oleh guru, pemberian rangkuman, dan advance organizer, pemberian tugas dan lain-lain.
Pokok bahasan yang belum dapat dikuasai peserta didik merupakan kesulitan belajar untuk mempelajari pokok bahasan berikutnya. Kenyataan ini akan diperburuk kalau pokok bahasan yang baru yang akan dipelajari memerlukan keterampilan prasyarat, disisi lain pokok bahasan yang menjadi prasyarat belum tuntas. Kesulitan lain untuk mencapai tingkat ketuntasan belajar anatara lain: perbedaan individual diantara peserta didik dalam kelas dengan sistem pembelajaran klasikal.
Asumsi yang mendasari pertimbangan metode pembelajaran remedial dengan pendekatan secara individual terhadap peserta didik yang mengalami kesulita belajar dengan pemberian rangkuman dan advance organizer adalah: (1) belajar hakekatnya adalah individual (2) pembelajaran klasikal akan selalu dihadapkan dengan ketidak tuntasan belajar (3) kalau peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dan diberikan pembelajaran kembali secara klasikal seperti pembelajaran utama, peserta didik akan mengalami kesulitan yang serupa (4) rangkuman dan advance organizer merupakan strategi pembelajaran untuk memudahkan pemahaman materi. 

2. Tujuan Remedial
Tujuan guru melaksanakan kegiatan remedial adalah membantu siswa yang mengalami kesulitan menguasai kompetensi yang telah ditentukan agar mencapai hasil belajar yang lebih baik. Secara umum tujuan kegiatan remdiasi adalah sama dengan pembelajaran pada umumnya yakni memperbaiki miskonsepsi siswa sehingga siswa dapat mncapai kompetensi yang telah ditetapkan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Secara khusus kegiatan remediasi bertujuan membantu siswa yang belum tuntas menguasai kompetensi ditetapkan melalui kegiatan pembelajaran tambahan. Melalui kegiatan remediasi siswa dibantu untuk mengatasi kesulitan belajar yang dihadapinya.

3. Fungsi Remedial
Remedial berfungsi sebagai korektifsebagai pemahaman,sebagai pengayaan, sebagai., sebagai Fungsiakselerasi( percepatan belajar), dan berfungsi sebagai trapiutik( melalui kegiatan remedial, guru dapat membantu mengatasi kesulita belajar siswa yang berkaitan dengan aspek sosial san aspek pribadi, seperti merasa dirinya kurang berhasil dalam belajar, sering merasa rendah diri, atau teresolasi dalam pergaulan dan teman sejawatnya, dengan remedial, dapat membantu rasa percaya diri siswa, sehingga bersangkutan dapat meningkatkan hasil belajar dengan baik).


Prosedur Remedial

Dalam melaksanakan kegiatan remedial sebaiknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
1. Analisis Hasil Diagnosis
Seperti yang telah Anda ketahui, diagnosis kesulitan belajar adalah suatu proses pemeriksaan terhadap siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. Melalui kegiatan diagnosis guru akan mengetahui para siswa yang perlu mendapatkan bantuan. Untuk keperluan kegiatan remedial, tentu yang menjadi fokus perhatian adalah siswa-siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar yang ditunjukkan tidak tercapainya kriteria keberhasilan belajar. Apabila kriteria keberhasilan 80 %, maka siswa yang dianggap berhasil jika mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, sedangkan siswa yang mencapai tingkat penguasaannya di bawah 80 % dikategorikan belum berhasil.
Mereka inilah yang perlu mendapatkan remedial. Setelah guru mengetahui siswa-siswa mana yang harus mendapatkan remedial, informasi selanjutnya yang harus diketahui guru adalah topik atau materi apa yang belum dikuasai oleh siswa tersebut. Dalam hal ini guru harus melihat kesulitan belajar siswa secara individual. Hal ini dikarenakan ada kemungkinan masalah yang dihadapi siswa satu dengan siswa yang lainnnya tidak sama. Padahal setiap siswa harus mendapat perhatian dari guru.

2. Menemukan Penyebab Kesulitan
      Sebelum Anda merancang kegiatan remedial, terlebih dahulu harus mengetahui mengapa siswa mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran. Faktor penyebab kesuliatan ini harus diidentifikasi terlebih dahulu, karena gejala yang sama yang ditunjukkan oleh siswa dapat ditimbulkan sebab yang berbeda dan faktor penyebab ini akan berpengaruh terhadap pemilihan jenis kegiatan remedial.

3. Menyusun Rencana Kegiatan Remedial
Setelah diketahui siswa-siswa yang perlu mendapatkan remedial, topik yang belum dikuasai setiap siswa, serta faktor penyebab kesulitan, langkah selanjutnya adalah menyusun rencana pembelajaran. Sama halnya pada pembelajaran pada umumnya, komponen-komponen yang harus direncanakan dalam melaksanakan kegiatan remedial adalah sebagai berikut;
a. Merumuskan indikator hasil belajar
b. Menentukan materi yang sesuai engan indikator hasil belajar
c. Memilih strategi dan metode yang sesuai dengan karakteristik siswa
d. Merencanakan waktu yang diperlukan
e. Menentukan jenis, prosedur dan alat penilaian.



4. Melaksanakan Kegiatan Remedial
Setelah kegiatan perencanaan remedial disusun,langkah berikutnya adalah melaksanakan kegiatan remedial. Sebaiknya pelaksanaan kegiatan remedial dilakukan sesegera mungkin, karena semakin cepat siswa dibantu mengatasi kesulitan yang dihadapinya, semakin besar kemungkinan siswa tersebut berhasil dalam belajarnya.

5. Menilai Kegiatan Remedial
Untuk mengetahui berhasil tidaknya kegiatan remedial yang telah dilaksanakan, harus dilakukan penilaian. Penilaian ini dapat dilakukan dengan cara mengkaji kemajuan belajar siswa.Apabila siswa mengalami kemauan belajar sesuai yang diharapkan, berarti kegiatan remedial yang direncanakan dan dilaksanakan cukup efektif membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Tetapi, apabila siswa tidak mengalami kemajuan dalam belajarnya berarti kegiatan remedial yang direncanakan dan dilaksanakan kurang efektif. Untuk itu guru harus menganalisis setiap komponen pembelajaran.


Strategi dan Teknik Remedial
Beberapa teknik dan strategi yang dipergunakan dalam pelaksanaan pembelajaran remedial antara lain, (1) pemberian tugas/pembelajaran individu (2) diskusi/tanya jawab (3) kerja kelompok (4) tutor sebaya (5) menggunakan sumber lain. (Ditjen Dikti, 1984; 83).
1.                  Pemberian Tugas
Dalam pemberian tugas dapat dilakukan dengan berbagai jenis antara lain dengan pemberian rangkuman baik dilakukan secara individual maupun secara kelompok, pemberian advance organizer dan yang sejenis.
2.                  Melakukan aktivitas fisik, misal demosntrasi, atau praktek dan diskusi
Ada konsep-konseps yang lebih mudah dipahami lewat aktivitas fisik, missal contoh, memahai bahwa volume fluida tidak beuabah kalau berada di dalam wadah yang berbeda bentuknya. Anda sebaiknya menggunakan berbagai media dan alat pembelajaran sehingga dapat mengkonkritkan konsep yang dipelajarinya, selain itu hendaknya Anda banyak memberi kesempatan kepada siswa untuk mengunakan media terebut, karena siswa pada umumnya perkemangan berpikir mereka berada pada tingkat operasional konkrit. Mereka akan dapat mencerna dengan baik konsep yang divisualisasikan atau dikonkritkan.
3.                  Kegiatan Kelompok
Diskusi kelompok dapat digunakan guru untuk membantu siswa yang mengalamikesulitan belajar. Yang perlu diperhatikan guru dalam menetapkan kelompok dalam kegiatan remedial adalah dalam menentukan anggota kelompok. Kegiatan kelompok dapat efektif dalam membantu siswa, jika diantara anggota kelompok ada siswa yang benar-benar menguasai materi dan mampu memberi penjelasan kepada siswa lainnya.
4.                  Tutorial Sebaya
Kegiatan tutorial dapat dipilih sebagai kegiatan remedial. Dalam kegiatan ini seorang guru meminta bantuan kepada siswa yang lebih pandai untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Siswa yang dijadikan tutor bisa berasal dari kelas yang sama atau dari kelas yang lebih tinggi. Apabila menggunakan tutor yang sebaya sangat membantu sekalai, karena tingkat pemahaman dan penyampaian tutor yang sebaya lebih dimengerti oleh siswa yang bermasalah, selain itu mereka tidak merasa canggung dalam menanyakan setiap permasalahan karena usia mereka sama sehingga mudah dimengerti olehnya.

5.                  Menggunakan Sumber Lain
Selain dengan pembelajaran ulang, kegiatan kelompok, tutorial, guru juga dapat menggunakan sumber belajar lain yang relevan dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran. Misalanya guru meminta untuk mengunjungi ahli atau praktisi yang berkaitan dengan materi yang dibahas, misalnya ”bagaimana cara mencangkok ” siswa dapat mendatangi tukang kebun yang kegiatan sehari-hari memang mencakok. Atau juga siswa diminta membaca sumber lain dan bahkan kalau mungkin mendatangkan anggota masyarakat yang mempunyai keahlian yang sesuai dengan materi yang dipelajari.

KONSEP DASAR PENGAJARAN PENGAYAAN
Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya.
Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, lazimnya guru mengadakan penilaian awal untuk mengetahui kemampuan peserta didik terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari sebelum pembelajaran dimulai. Kemudian dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi seperti ceramah, demonstrasi, pembelajaran kolaboratif/kooperatif, inkuiri, diskoveri, dsb. Melengkapi strategi pembelajaran digunakan juga berbagai media seperti media audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai dari kaset audio, slide, video, komputer multimedia, dsb. Di tengah pelaksanaan pembelajaran atau pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, diadakan penilaian proses dengan menggunakan berbagai teknik dan instrumen dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan belajar serta seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah atau sedang dipelajari. Penilaian proses juga digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran bila dijumpai hambatan-hambatan.
Dalam memilih dan melaksanakan kegiatan pengayaan, guru harus memperhatikan:
1.      faktor siswa, baik faktor minat maupun faktor psikologis lainnya,
2.      faktor manfaat edukatif, dan
3.      faktor waktu.


PELAKSANAAN REMEDIAL DISEKOLAH (WAWANCARA)
Kegiatan Remedial
Kegiatan remedial adalah kegiatan yang ditujukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran yang diberikan.
Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, fungsi kegiatan remedial adalah:
1.      Memperbaiki cara belajar siswa.
2.      Meningkatkan siswa terhadap kelebihan dan kekurangan dirinya.
3.      Menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik siswa
4.      Mempercepat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
5.      Membantu mengatasi kesulitan dalam aspek sosial dan pribadi siswa.

Kegiatan remedial dapat dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu siswa yang diduga akan mengalami kesulitan (preventif), setelah kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar (kuratif), atau selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran biasa.
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kegiatan remedial adalah:
1.      analisis hasil diagnosis kesulitan belajar,
2.      menemukan penyebab kesulitan,
3.      menyusun rencana kegiatan remedial,
4.      melaksanakan kegiatan remedial, dan
5.      menilai kegiatan remedial.




Kegiatan Pengayaan
Kegiatan pengayaan adalah suatu kegiatan yang diberikan kepada siswa kelompok cepat agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal dengan memanfaatkan sisa waktu yang dimilikinya.
Kegiatan pengayaan dilaksanakan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam penguasaan materi pelajaran yang berkaitan dengan tugas belajar yang sedang dilaksanakan sehingga tercapai tingkat perkembangan yang optimal.
Tugas yang dapat diberikan guru pada siswa yang mengikuti kegiatan pengayaan di antaranya adalah memberikan kesempatan menjadi tutor sebaya, mengembangkan latihan praktis dari materi yang sedang dibahas, membuat hasil karya, melakukan suatu proyek, membahas masalah, atau mengerjakan permainan yang harus diselesaikan siswa. Apapun kegiatan yang dipilih guru, hendaknya kegiatan pengayaan tersebut menyenangkan dan mengembangkan kemampuan kognitif tinggi sehingga mendorong siswa untuk mengerjakan tugas yang diberikan.

KOMENTAR:
Berdasarkan dari hasil pengamatan saya, kalau dilihat dari segi pengertian dari penjelasan konsep remedial dan pengayaan, dengan kondisi realitas yang ada disekolah saat ini (khususnya sekolah yang saya kunjungi), sebenarnya sudah berjalan dengan baik. Namun, masih perlu diperjelas tentang teknik dan strategi yang digunakan oleh guru mata pelajaran dalam pengajaran remedial. Karena dalam hal ini masih ada guru yang hanya memberi satu strategi saja dan menyebabkan siswa menjadi cepat bosan, padahal sebenarnya strategi yang digunakan harus bervariasi supaya siswa menjadi semangat dan merasa tertantang.
Beberapa teknik dan strategi yang dipergunakan dalam pelaksanaan pembelajaran remedial antara lain:
1.      Pemberian tugas (pembelajaran individu)
2.      Diskusi (tanya jawab)
3.      Kerja kelompok
4.      Tutor sebaya
5.      Menggunakan sumber lain.
Dalam langkah-langkah remedial juga terkadang guru mata pelajaran agak kurang memperhatikan tingkat keberhasilan siswa. Padahal penilaian ini dapat dilakukan dengan cara mengkaji kemajuan belajar siswa. Apabila siswa mengalami kemauan belajar sesuai yang diharapkan, berarti kegiatan remedial yang direncanakan dan dilaksanakan cukup efektif membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Tetapi, apabila siswa tidak mengalami kemajuan dalam belajarnya berarti kegiatan remedial yang direncanakan dan dilaksanakan kurang efektif. Untuk itu guru harus menganalisis setiap komponen pembelajaran supaya siswa semangat dalam mengikuti pembelajarannya.
Dari kegitan pengayaan konsep yang dijalankan guru mata pelajaran sudah sejalan dengan yang diharapkan, karena membantu siswa mencapai tingkat optimal dalam belajar dan menggunakan waktu yang baik untuk mengembangkan potensi siswa.


Daftar Pustaka
Depdiknas. 2008. Sistem Penilaian KTSP: Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pengayaan.
http://uticom.blogspot.com/2009/12/konsep-dasar-pengajaran-remedial-2.html




BAB IIPembahasan
A.

Definisi Pengajaran RemedialDitinjau dari arti kata, ³remedial´ berarti ³sesuatu yang berhubungandengan perbaikan´. Dengan demikian pengajaran remedial, adalah suatu bentuk  pengajaran yang bersifat penyembuhan atau bersifat perbaikan. Pengajaranremedial merupakan bentuk kasus pengajaran, yang bermaksud membuat baik atau menyembuhkan.Menurut Abin Syamsuddin dalam bukunya, pengajaran remedialdidefinisikan sebagai upaya guru (dengan atau tanpa bantuan/kerja sama denganahli/pihak lain) untuk mencipatakan suatu situasi (kembali/baru/berbeda dari yang biasa) yang memungkinkan individu atau kelompok siswa dengan karakteristik tertentu lebih mampu mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sehingga dapatmemenuhi kriteria keberhasilan minimal yang diharapkan, dengan melalui suatu proses interaksi yang terencana, terorganisasi, terarah, terkoordinasi, danterkontrol dengan lebih memperhatikan taraf kesesuaiannya terhadap keragamankondisi objektif individu dan atau kelompok siswa yang bersangkutan serta dayadukung sarana dan lingkungannya.Adapun ciri-ciri pengajaran remedial dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.Pengajaran remedial dilaksanakan setelah diketahui kesulitan belajarnya dankemudian diberikan pelayanan khusus sesuai dengan sifat, jenis dan latar  belakangnya.
2.Dalam pengajaran remedial tujuan instruksional disesuaikan dengan kesulitan belajar yang dihadapi siswa.
3.Metode yang digunakan pada pengajaran remedial bersifat diferensial, artinyadisesuaikan dengan sifat, jenis dan latar belakang kesulitan belajarnya.
4.Alat-alat yang dipergunakan dalam pengajaran remedial lebih bervariasi danmungkin murid tertentu lebih memerlukan alat khusus tertentu. Misalnya: penggunaan tes diagnostik, sosiometri dan alat-alat laboratorium.
5.Pengajaran remedial dilaksanakan melalui kerjasama dengan pihak lain.Misalnya: pembimbing, ahli dan lain sebaginya.
 6.Pengajaran remedial menuntut pendekatan dan teknik yang lebih diferensial,maksudnya lebih disesuaikan dengan keadaan masing-masing pribadi muridyang dibantu. Misalnya: pendekatan individualisme.
7.Dalam pengajaran remedial, alat evalusi yang dipergunakan disesuaikandengan kesulitan belajar yang dihadapi murid.

B.Prosedur dalam Melaksanakan Pengajaran Remedial
Pengajaran remedial merupakan salah satu tahapan kegiatan utama dalam pola layanan bimbingan belajar, serta merupakan kegaiatan lanjutan dari usahadiagnostik kesulitan belajar-mengajar. Secara skematik langkah-langkah pengajaran remedial adalah sebagai berikut:

Langkah-langkah pengajaran remedial:
1.Penelaahan kembali kasus dengan permasalahannyaSasaran pokok langkah ini adalah:
a.Diperoleh gambaran yang lebih definitif mengenai karakteristtik kasus berikut permasalahannya
b.Diperoleh gambaran yang lebih definitif mengenai fasibilitas alternatif tindakan remedial yang direkomendasikan
2.Menentukan alternatif pilihan tindakanDari hasil penelaahan yang dilakukan pada langkah pertama akan diperolehkesimpulan mengenai dua hal pokok, yaitu:
a.Karakteristik khusus yang akan ditangani secara umum
b.Alternatif pemecahannya, mungkin lebih strategis kalau:a)

a.Langsung kepada langkah keempat (pelaksanaan pengajaranremedial); atau
b)Harus menempuh dulu langkah ketiga (layanan BK) sebelumlanjut ke langkah 4

3.Layanan bimbingan dan konseling/psikoterapi
Langkah ini pada dasarnya bersifat pilihan bersyarat. Jika kasusnya memangmembutuhkan layanan bimbingan konseling terlebih dahulu yang sudah tidak menjadi ranah kerja guru bidang studi, maka langkah ini perlu diambilsebelum melanjutkan ke langkah keempat. Sasaran pokok yang hedak ditujuoleh layanan ini ialah terciptanya kesehatan mental kasus, dalam arti iaterbatas dari hambatan dan ketegangan batinnya untuk kemudian siap sediakembali melakukan kegiatan belajar secara wajar dan realistis. Setelah melaluitahap ini, secepatnya melanjutkan ke tahap berikutnya.

4.Melaksanakan pengajaran remedial
Sasaran pokok dari setiap pengajaran remedial ini ialah tercapainya peningkatan prestasi dan atau kemampuan penyesuaian diri sesuai dengankriteria keberhasilan yang ditetapkan.

5.Mengadakan pengukuran prestasi belajar kembali
Hasil pengukuran ini akan memberikan informasi seberapa jauh atau seberapa besar perubahan telah terjadi, baik dalam arti kuantitatif maupun kualitatif.Cara dan instrumen yang digunakan dalam pengukuran pada langkah ini seyogianya sama dengan apa yang digunakan pada waktu post-test atau tessumatif dari PBM utama.
6.Mengadakan re-evaluasi dan re-diagnostik
 Hasil pengukuran pada langkah kelima harus ditafsirkan dan ditimbangkembali dengan mempergunakan cara dan kriteria untuk PBM utama.
7.Remedial pengayaan dan atau pengukuhan
Seperti halnya langkah ketiga, langkah ini pun bersifat pilihan (optional) yangkondisional. Sasaran pokok langkah ini ialah agar hasil remedial itu lebihsempurna dengan diadakan pengayaan (enrichment   ) dan pengukuhan(reinforcement ) ini.

Asumsi-asumsi yang Mendasari Prosedur Pengajaran Remedial
Pengembangan prosedur sistem pengajaran remedial didasari pokok-pokok  pikiran yang berlaku untuk prinsip belajar tuntas (masterylear ning ).
Pokok-pokok  pikiran yang dimaksud adalah :
a.Terdapat keragaman indiviadual dalam kemampuan (kecepatan belajar),
b.Sampai batas normal tertentu, setiap individu dapat mencapai tingkat penguasaan (level of  mastery) prestasi belajar tertentu.
c.Proses belajar mengikuti asas keseimbangan (continues progress).
Beberapa pokok pikiran itu adalah suatu alternatif prosedur agar dapat dipilihsehingga akan diketahui kapan harus dimulai dan diakhirinya pengajaran remedialyang dimaksudkan.

C.Strategi dan Teknik dalam Pengajaran Remedial
Dalam konteks konsep dasar diagnostik dan pengajaran remedial, Ross danStanley, dalam Abin Syamsuddin menjelaskan bahwa tindakan strategis ituseyogianya dapat dilakukan secara kuratif dan preventif, Dinkmeyer & Caldwell(dalam bukunya Developmental Counseling , 1970) seperti yang dikutip Abindalam bukunya Psikologi Kependidikan, menambahkan bahwa hal itu dapatdilakukan dengan upaya yang bersifat pengembangan (developmental ).
Untuk itu strategi dan teknik pendekatan pengajaran remedial terdiri dari 3 jenis.

1.Startegi dan teknik pendekatan pengajaran remedial yang bersifat kuratif Tindakan pengajaran dikatakan sifat kuratif kalau dilakukan setelah programProses Belajar Mengajar (PBM) utama selesai diselenggarakan. Tindakan inididasarkan atas kenyataan empirik bahawa ada seseorang atau sejumlah orang yang dipandang tidak mampu menyelesaikan program PBM secara sempurna,sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Sasaran pokok daritindakan ini adalah agar siswa yang prestasinya rendah diusahakan suatu saatdapat memenuhi kriteria keberhasilan minimal. Sedangkan siswa yang telahmencapai kriteria keberhasilan minimal, suatu saat dapat diperkaya atau lebihditingkatkan lagi. Untuk mencapai sasaran pokok tersebut para ahli telahmengembangkan beberapa teknik pendekatan seperti pengulangan (repetition), pengayaan (enrichment ), dan pengukuhan (reinfrcement ) serta percepatan(acceleration).
2.Strategi dan teknik pendekatan pengajaran remedial yang bersifap preventif
Jika dalam pendekatan kuratif, tindakan remedial bertolak dari hasil post teaching diagnostic,berdasarkan data hasil pre-test /tes sumatif, maka pndekatan preventif bertolak belakang dengan pre-test atau test of entering  behaviors. Berdasarkan hasi pre-teaching diagnostic, maka siswa dapatdiidentifikasikan dalam 3 kategori, yaitu :
a.Siswa cepat, yaitu mereka yang diperkirakan mampu menyelesaikan program lebih cepat dari waktu yang ditetapkan.
b.Siswa normal, yaitu mereka yang diperkirakan mampu menyelesaikan program PBM utama sesuai dengan waktu yang telah disediakan.
c.Siswa lambat, yaitu mereka yang diperkirakan akan terlambat atau tidak dapat menyelesaikan program sesuai dengan batas waktu.Dari ketiga perkiraan tersebut, maka setidaknya ada tiga teknik pembelajaranyang bersifat remedial, yaitu :
a.Layanan Kelompok Belajar HomogenProgram pembelajaran pada ketiga kelompok siswa tersebut, ruanglingkupnya ekuivalen, tetapi diorganisasikan secara relatif berbeda.Perbedaan tersebut terletak pada cara menerangkannya, contoh-contohnya,soal-soal/tugas, dan sebagainya. Misalnya untuk siswa cepat, tingkatkesukarannya lebih tinggi dari siswa normal dan siswa lambat. Yangterpenting adalah bagaimana kelompok siswa itu dapat meyelesaikan pembelajaran pada waktu yang bersamaan sehingga mereka dapatmengikuti test sumatif pada waktu yang bersamaan.
b.Layanan Pembelajaran Individual
Pada dasarnya konsep ini sama dengan diatas, yaitu penyesuaian dengankondisi objektif siswa. Pada teknik ini setiap individu mempunyai programtersendiri. Siswa mempunyai kebebasan melakukan kegiatan-kegiatan atau berkonsultasi dengan gurunya, tidak terikat dengan keharusan mengikuti jam belajar seperti biasa di kelas. Siswa hanya terikat pada batas waktuakhir periode pelajaran yang ditetapkan, seperti triwulan, semesteran, dansebagainya. Meskipun siswa belajar individual, tetapi harus mengikuti tessumatif tertentu yang telah diorganisasikan secara baku. Program inisangat ccocok untuk sistem pembelajaran dengan modul.
c.Layanan Pembelajaran Secara Kelompok Dengan Dilengkapi KelasKhusus Remedial dan PengayaanPada teknik ini siswa berada pada satu kelas yang sama dan pada program pembelajaran yang sama pula. Namun bagi siswa yang mempunyaikesulitan tertentu, telah disediakan tempat, waktu untuk pelayananremedial secara khusus. Begitu juga dengan siswa yang cepat, jugadisediakan program pengayaan khusus. Setelah selesai dengan programremedial atau pengayaan, para siswa kembali dalam kelompok belajar utama bersama-sama dengan teman sekelasnya. Pada akhirnya mereka juga harus menempuh post-test atau tes sumatif secara bersamaan pula.Teknik ini sesuai bila diterapkan pada sistem pembelajaran klasikal, danteknik ini biasa digunakan guru di sekolah walaupun belum dilaksanakansebagaimana mestinya.

3.Startegi dan teknik pendekatan pengajaran remedial yang bersifat pengembangan (developmental)
Sasaran pokok strategi pendekatan ini adalah agar siswa bisa menghadapihambatan atau kesulitan yang mungkin dialaminya selama melaksanakankegiatan proses belajar mengajar. Mereka diberi bantuan segera (immediatetreatment ) dari waktu ke waktu selama berlangsung pembelajaran. Harapandari teknik ini adalah siswa diharapkan akan menyelesaikan program secaratuntas sesuai dengan kriteria keberhasilan yang telah ditentukan. Agar strategidan teknik pendekatan ini dapat dioperasionalkan secara teknis dan sistematis,diperlukan adanya pengorganisasian program pembelajaran yang sistematis,seperti sistem pembelajaran berprogram, sistem modul,
 self  audiotutorial system. Dengan demikian, proses layanan diagnostik danremedial dapat dilakukan dari unit ke unit secara teratur.
D.Evaluasi Pengajaran Remedial
1.Tujuan EvaluasiSuatu pilihan rasional, mau tidak mau melibatkan suatu tindakan penilaian(evaluasi). Setiap tindakan evaluasi memerlukan adanya suatu perangkatkriteria atau tolok ukur sebagai pegangan, suatu cara atau teknik pengumpulandan pengolahan data informasi untuk menunjukkan gambaran seberapa jauhobjek yang dievaluasi itu memadai atau tidaknya sesuai kriteria yangditetapkan.
2.Perangkat Kriteria Kebaikan Suatu Model Strategi dan/atau Teknik Pendekatan Pengajaran Remedial
Kriteria pilihan alternatif model pendekatan ini berorientasi kepada tiga prinsip, yaitu: keserasian (appropriateness), keefektifan (effectiveness), dankelancaran (efficiency). Secara tentatif dapat kita formulasikan bahwa sesuatumodel strategi dan atau teknik pendekatan pengajaran remedial dapatdipandang baik kalau terdapat indikator yang didukung oleh data/informasiyang memadai bahwa model itu:
a.Serasi dengan tujuan (pemecahan permasalahan), jenis/jumlahtingkat/karakteristik kasus berikut permasalahannya, kemampuan teknisdan kepribadian guru yang bersangkutan, serta daya dukung fasilitasinstrumental/tempat/lingkungan/waktu atau kesempatan.
b.Efektif yang ditujukan oleh adanya peningkatan prestasi belajar dan/ataukemampuan penyesuaian diri pada siswa sesuai dengan kriteriakeberhasilan yang diharapkan.
c.Efisien yang didukung oleh minimalnya waktu yang digunakan untuk mencapai peningkatan prestasi dan kemampuan penyesuaian siswatersebut.

Ada dua pendekatan, yaitu pendekatan rasional dan empirik.
a.Pendekatan rasional terhadap masalah keserasian suatu model strategi danatau teknik pendekatan pengajaran remedial
Ada dua cara yang fisibel untuk mendeteksi seberapa jauh taraf keserasianmodel yang kita evaluasi itu, yaitu kita kembangkan dalam :
a)Bentuk pertanyaan pada setiap aspek yang dinilai atau;
b)Kita kembangkan dalam bentuk atau format skala penilaian ataudaftar cek.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar